fgVbA8pS2mAvH6shJUAkVSH4ZBAYg0maapkaFIUm

KURIKULUM DARURAT PENGGANTI KURIKULUM NASIONAL 2013 ???

    KURIKULUM DARURAT PENGGANTI KURIKULUM NASIONAL 2013 ???
    Pada hari Jum’at tepatnya pada tanggal 7 Agustus 2020, Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud), memberikan kebijakan mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam kondisi pandemi Covid-19 ini dengan menggunakan Kurikulum Darurat.

    Kurikulum Darurat ini dirancang sebagai upaya untuk meringankan sulitnya belajar dalam kondisi pandemi ini. Kurikulum ini sangat dianjurkan diterapkan bagi sekolah-sekolah yang masih menerapkan kegiatan pembelajaran jarak jauh.

    Dalam penerapan kurikulum darurat, Nadiem Makarim meyakini bahwa kurikulum ini dapat menyederhanakan kompetensi dasar untuk jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA.SMK.

    Dalam penuturan yang disampaikan Nadiem, bahwa penyederhanaan kurikulum  dengan membentuk ulang kurikulum menjadi kurikulum darurat ini akan dilakukan secara masif, sehingga modul pembelajaran akan dibuat lebih spesifik.

    Modul pembelajaran yang spesifik itu maksudnya adalah modul yang berisikan panduan-panduan untuk guru sebagai pengajar, panduan untuk orang tua atau wali dan panduan untuk siswa.

    Dalam penuturan yang disampaikan Nadiem, bahwa kurikulum darurat ini mengurangi setiap mata pelajaran, fokus terhadap kompetensi yang utama dan yang menjadi syarat pembelajaran untuk memasuki tingkat selanjutnya. Dengan adanya kurikulum darurat ini bukan menjadikan kurikulum semakin melebar tapi menjadikan kurikulum semakin mendalam.

    Kurikulum darurat ini direncanakan pelaksanaannya sampai akhir tahun ajaran 2020/2021, sehingga menjadikan kurikulum darurat ini tetap berjalan walaupun pandemi Covid-19 sudah berakhir.
    Kendati demikian, meski kurikulum darurat telah dibuat, namun setiap sekolah tidak diwajibkan untuk menerapkan dan menjalankan kurikulum darurat ini. Kemendikbud memberikan 3 pilihan: Pertama, sekolah tetap melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan kurikulum nasional 2013. Kedua, sekolah menerapkan dan menjalankan kurikulum darurat. Ketiga, sekolah menyederhanakan kurikulum secara mandiri.



    Dalam penuturannya Nadiem menjelaskan jika sekolah membutuhkan standar yang lebih sederhana, disarankan untuk menggunakan kurikulum darurat, tetapi pilihan untuk menggunakan kurikulum darurat ini tidak menjadi sebuah keharusan.

    Lebih lanjut lagi Nadiem menyampaikan  dengan adanya kurikulum darurat ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada guru-guru dalam mengajar disaat kondisi pandemi Covid-19 ini.
    Hal-hal yang akan didapatkan guru jika menggunakan kurikulum darurat ini yaitu guru mempunyai dasar kurikulum sederhana, beban mengajar berkurang, guru dapat lebih fokus untuk melaksanakan pendidikan dan pembelajaran esensial dan kontekstual dan psikososial guru akan lebih sejahtera.
    Hal-hal yang akan didapatkan siswa yaitu siswa tidak akan terbebani untuk menyelesaikan capaian-capaian kurikulum, siswa dapat lebih fokus untuk melaksanakan pendidikan dan pembelajaran esensial dan kontekstual dan psikososial siswa akan lebih sejahtera.

    Manfaat yang akan sangat terasa oleh orang tua yaitu orang tua akan lebih mudah mendapingi kegiatan pembelajaran dirumah dan juga lebih mengsejahterakan psikososial orang tua.
    Maksud dan tujuan disusunnya kurikulum darurat ini disampaikan Nadiem untuk membantu mengurangi kendala-kendala yang dihadapi guru, orang tua dan siswa dalam menjalankan pembelajaran disaat pandemi Covid-19.



    Related Posts
    Rifqi Fauzan Sholeh
    Hanya Menulis

    Related Posts

    Posting Komentar