fgVbA8pS2mAvH6shJUAkVSH4ZBAYg0maapkaFIUm

MENGAPA SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA BURUK? (PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DENGAN DUNIA)

    Mengapa Sistem Pendidikan Indonesia Buruk? (Sistem Pendidikan Indonesia Dibandingkan dengan Dunia)

    Mengapa Sistem Pendidikan Indonesia Buruk? (Sistem Pendidikan Indonesia Dibandingkan dengan Dunia)

    Penelusuran kualitas sistem pendidikan indonesia berdasarkan indikator menurunnya Skor PISA negara Indonesia, karena setiap 3 Tahun sekali sejak tahun 2000, Indonesia dan Negara lain selalu mengikuti tes PISA. Tes PISA terakhir kali diadakan di Tahun 2018 tahun 2018 buat yang belum tahu atau sebetulnya hasil tes bisa Indonesia ini bisa bikin kita mengernyitkan dahi terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.

    Kenapa karena ternyata skor PISA kita itu relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain ada tiga aspek yang menentukan total skor PISA.
    Pertama adalah membaca
    Kedua adalah Matematika
    Ketiga adalah sains
    Diketiga aspek diatas tadi skor Indonesia menurun dari Tes PISA terakhirnya di tahun 2012 berikut adalah jumlah penurunannya hasilnya sekarang Indonesia ada di peringkat tujuh puluhan dari 78 negara di 3 aspek tersebut alias peringkat 10 antar bawah dari hampir 80 negara.

    Dari hasil itu banyak pertanyaan yang muncul misalnya kalau skor rendah emang kenapa? Apakah pendidikan di Indonesia itu bermasalah? dan kalau emang pendidikan di Indonesia apa sih yang bisa kita lakuin buat mengatasi kondisi ini?

    Baca artikelnya sampe habis karena akan saya urai apa yang disampaikan Satu Persen - Indonesian Life School 

    Untuk menjawab pertanyaan itu sebetulnya kita perlu kembali ke masa-masa disaat PISA mulai dibentuk, kita perlu melihat sejarah Kenapa PISA bisa ada emang sejarahnya gimana? Dulu PISA itu dibentuk karena negara-negara mulai menyadari pentingnya evaluasi pendidikan.

    Melakukan evaluasi atau tes terhadap siswa memang bukanlah hal baru tetapi OICD saat itu punya pandangan yang cukup berbeda Biasanya. PISA itu berusaha mengetes pencapaian pendidikan siswa lewat hal-hal yang bisa mereka hafal atau ingat saja jadi fokusnya bukan di hafalan tapi bisa melihat dimana siswa khususnya yang umurnya 15 tahun itu bisa siap dalam menjalani kehidupan karena penyelenggara PISA itu menyadari bahwa aja itu Nggak cukup buat kita untuk menjalani kehidupan dengan baik.

    Ada tiga hal yang perlu ditekankan oleh sistem pendidikan indonesia pertama kita perlu bertanya ketika semua pekerjaan mudah berubah terus nanti muncul robot dan lain sebagainya Apakah siswa-siswa ini bisa menghadapi tantangan di masa depan? kedua Apakah siswa-siswi ini setelah lulus bisa nggak sih mereka melakukan analisis dan penalaran logika yang baik karena ini adalah fundamental kalo logikanya ga baik maka pelajaran apa pun yang diterima bisa jadi gak diterima secara baik. Ketiga Apakah siswa-siswi ini selalu Lulus bisa nggak Mereka punya kapasitas untuk belajar terus-menerus selama hidup mereka Nah maka dari itu ada tiga Aspek penting yang dicoba diukur oleh PISA yang tadi terkait membaca itu yang pertama yang kedua matematika yang ketiga sains.

    Tiga aspek ini diukur untuk menjawab 3 pertanyaan tadi Reading buat belajar Math and Logic itu buat mikir dan Scientific Literacy itu biar kita terbiasa memproses hal-hal baru.

    Nah saat PISA dibentuk juga sebetulnya terdapat kasus di mana tenaga yang siap bekerja dan lulusan pendidikan sudah banyak banget tapi masalahnya skillnya itu ga match dengan yang dibutuhkan oleh industri makanya banyak pengangguran.

    Ibaratnya yang kita pelajari di Sekolah “kurang kepake” saat kita mau bekerja di industri. Intinya hal yang kita pelajari dan kita dapatkan di sekolah misalnya seperti fisika geografi dan sebagainya itu ternyata banget saat kerja dan dirasa tak dibutuhkan oleh industri.

    Di sisi lain industri itu berkembang cepat banget banyak skill-skill baru yang dibutuhkan dimarket tapi suplai alias tenaga kerja yang udah lulus itu engga mendapatkan pelajaran tentang skill-skill yang dibutuhkan itu.

    Saya juga ngerasain hal ini pas SD, SMP, SMA saya ga pernah tuh belajar tentang blogging, seo atau sosial media di sekolah tapi ternyata sekarang banyak banget pekerjaan yang berkaitan dengan sosmed saya sendiri pada akhirnya sekarang bekerja di bidang blogging jugakan.

    Tapi gua dan teman-teman lain yang itu nggak belajar hal ini di sekolah meskipun ternyata hal ini itu banyak dibutuhin sekarang.

    Demain nya baru muncul bertahun-tahun kemudian tapi sekolah ga mengajarkan hal itu itu ada salah satu contoh aja dari skill yang dibutuhkan untuk pendidikan di abad 21 dan masalahnya juga industri cepat banget berkembang pasti ada aja skill baru yang dibutuhkan dan banyak pekerjaan pekerjaan baru yang muncul yang ga pernah ada sebelumnya.

    Blogger aja kan pekerjaannya baru muncul mungkin awalnya 2007-2008, makanya sebuah negara perlu skor PISA yang tinggi supaya bisa beradaptasi dengan pekerjaan pekerjaan dan tantangan baru itu.

    Terus apa artinya kalau skor Pisa sebuah negara itu rendah? Kalau kita coba melihat sejarah dan tujuan dari PISA itu sendiri maka bisa dikatakan bahwa ketika skor Pisa sebuah negara rendah maka dalam hal ini skor PISA Indonesia rendah maka bisa dikatakan bahwa lurus dari pendidikan formal di Indonesia itu nggak sebegitunya membantu siswa siswanya soal kesiapan mereka menjalani hidup dengan baik setelah mereka lulus.

    Dalam hal ini siswa dan siswi Indonesia kurang dipersiapkan untuk masuk ke dunia industri atau pekerjaan dan berkontribusi ke masyarakat kita juga bisa melihat bahwa sekarang sekolah SMK atau perguruan tinggi angka pengangguran itu cukup tinggi. Kenapa?

    Salah satunya karena ada gap skill yang dibutuhkan oleh industri dengan yang kita pelajari di sekolah ini kan menjadi masalah besar.

    Meskipun memang ada argumen kontra juga sih terhadap PISA, tapi dari indikator ini aja kita bisa melihat mungkin pendidikan Indonesia ini Perlu diperbaiki lagi itu solusinya tentu kita perlu mengevaluasi sistem pendidikan yang ada saat ini dan mengubahnya dengan sistem yang lebih tepat.
    Apakah perlu perbaikan kurikulum?
    Apakah perlu perbaikan guru?
    Well bisa jadi jawabannya adalah “Iya”
    Karna gini kurikulum sekolah itu mungkin belum secara tepat mengajari kita hal-hal yang penting bagi kehidupan kita tentunya kita perlu kurikulum yang baik dong kita perlu juga mengevaluasi guru-guru supaya bisa mengajar dengan tepat.

    Nah tapi apakah penurunan skor PISA ini menjadi kesalahan dan tanggung jawab pembuat kurikulum? atau guru yang mungkin kurang tepat mengajarnya. menurut saya sendiri Kita nggak bisa sepenuhnya menyalahkan pembuat kurikulum dan guru. Kenapa?

    Karena bikin kurikulum itu susah gitu, banyak birokrasi, banyak kepentingan politik, pro kontra di masyarakat dan sebagainya.

    Apalagi kalau kita ngomongin pemerintahan kan, akhirnya adopsi hal-hal baru menjadi lambat di dunia pendidikan di Indonesia. Makanya Kampus dan Sekolah jadi kurang sigap dalam beradaptasi hasilnya yaitu kita belajar tapi ternyata hal yang kita pelajari itu nggak relevan dengan tuntutan zaman dan juga kurang relevan dengan hal yang kita butuhkan dalam kehidupan.

    Kalau masalah guru mungkin kita semua juga tahu bahwa bisa jadi sekarang banyak guru yang kesulitan mendapatkan fasilitas dan upaya yang cukup supaya mereka bisa mengajar dengan baik makanya bisa dikatakan bahwa solusinya adalah perlu banget nih ambil semua orang supaya pendidikan di Indonesia semakin maju.

    Mulai dari pemerintah, masyarakat, guru dan juga pihak swasta nah kali ini saya mau menggarisbawahi pihak swasta. Pihak swasta itu menurut saya sebenarnya bisa punya andil besar. Pihak swasta itu bisa lebih fleksibel dan cepat dalam membuat produk baru yang bermanfaat buat masyarakat fleksibilitas dan kecepatan inilah yang membuat banyak perusahaan swasta mendistruksi sistem-sistem yang ada di dunia.

    Kita bisa lihat perusahaan taksi online, ojek online, ecommerce, dan banyak lagi membuat perubahan yang besar dalam landscape pembangunan di Indonesia dan di dunia Pada akhirnya saya percaya bahwa kalau kita gerak bareng kita bakal bisa bikin impact yang gede banget buat Indonesia.

    Akhirnya youtuber seperti Satu Persen - Indonesian Life School mulai membentuk sebuah kurikulum yang mencoba mengisi kekosongan kurikulum yang ada saat ini, yaitu hal-hal penting dalam kehidupan yang memang enggak kita pelajari di sekolah.

    Youtuber ini membuat kurikulum baru yang bernama Better Society Kurikulum dengan kurikulum ini menginginkan masyarakat Indonesia menjadi berdaya dengan kata lain pertama sadar akan identitasnya, kedua menjadi subjek aktif yang mengambil kontrol atas hidupnya dan mampu menyelesaikan masalah yang mereka punya, ketiga bisa berkontribusi sekaligus menghasilkan hal baik untuk masyarakat Supaya hidup kita semua bisa lebih bisa lebih bermakna.

    Youtuber ini benar-benar percaya bahwa hal ini bisa dicapai lewat Better Society Kurikulum yang diajarkan secara luas di seluruh Indonesia. Kurikulum ini akan mengajarkan banyak hal mulai dari yang basic dibagian Fundamental and Basic Skill sampai ke Meaning and Philosophy of Life. Nah dibagian paling bawah dengan kurikulum ini akan ngajarin masyarakat tentang basic-basic dari cara berpikir tersendiri dan basic-basic cara efektif belajar supaya masyarakat bisa belajar dengan efektif.

    Materinya seperti Critical Thinking, Logical Reasoning, Motivasi Belajar, Metakognisi dan lain sebagainya. Intinya Satu Persen - Indonesian Life School pengen orang-orang Indonesia itu bisa lepas dari Hoaks dan belajar dengan cara yang efektif.

    Kalau ini udah dikuasai Satu Persen - Indonesian Life School sangat yakin PISA di Indonesia itu bisa naik secara signifikan dan gap pekerja dengan skill yang dibutuhkan itu bisa berkurang.

    Setelah itu mereka akan mengajarkan tentang Self Knowledge di mana lo mengenai mengetahui kepribadian, kekuatan, dan kelemahan, yang paling penting adalah kamu mengetahui Personal Value yang penting buat kehidupan. Dan hal yang ingin kamu capai itu yang kayak gimana? Nah ini yang penting. karena kebanyakan orang yang masih bingung mau ngapain. Lalu setelah itu kita bahas Relationship dari keluarga, pasangan, temen, anak. Baru habis itu adalah karir.

    Dan yang terakhir adalah Meaning and Philosophy of Life jadi gimana caranya biar hidup kita bisa bermakna supaya kita bisa berkontribusi dengan baik terhadap dunia ini adalah kurikulum yang nantinya akan menjadi landasan.

    Mulai saat ini sampai dengan nanti nah menariknya dalam perjalanan Satu Persen - Indonesian Life School membuat kurikulum kelas, ketemu dengan banyak orang hal yang menarik fakta bahwa ternyata banyak sekali pihak yang peduli akan kemajuan sistem pendidikan di Indonesia banyak sekali yang menyatakan secara gamblang. Banyak yang bilang bahwa mereka itu ingin berkontribusi, tapi kebanyakan nggak punya wadah di sisi lain perusahaan-perusahaan atau konten creator edukasi seperti Satu Persen - Indonesian Life School itu juga punya tantangan baik itu dari segi dana maupun dari sumber daya manusia makanya kan pas ni sebenarnya wadahnya udah ada cuman yang kurang itu akses terhadap wadahnya saja.

    Makanya mereka pengen ngajak kalian yang punya minat dan bakat di bidang pendidikan untuk membangun bidang pendidikan di Indonesia. Mereka ini menginginkan membangun gerakannya itu dibangun mengakar lewat komunitas-komunitas yang ada di masyarakat.

    Mulai dari mahasiswa pekerja dan lain sebagainya mungkin nanti ada lembaga-lembaga yang non-profit yang pengen kontribusi bareng.

    Nah makanya buat kalian baik secara individu maupun lembaga kalau kalian tertarik dengan gerakan ini merka menyiapkan link didalam deskripsi dan juga di kolom komentar yang ada di video mereka.

    Mereka akan membuatkan grup dan wadah buat kita semua untuk menghubungkan Passion, Minat dan Bakat Orang-orang yang peduli ini ke pihak yang sedang membutuhkan sumber daya manusia.

    Supaya semuanya bisa saling terkoneksi dan membuat perubahan sedikit demi sedikit jadi mimpi besarnya adalah mereka pengen komunitas ini bisa berdiri sendiri baik secara regional atau mungkin Secara lembaga supaya bisa mengadakan kegiatan bermanfaat di tempat masing-masing.

    Kalau misalnya kalian juga adalah perwakilan lembaga, komunitas konten creator apapun itu kalian bisa isi linknya. Siapa tahu kalian bisa melakukan kolaborasi. Ada kemungkinan bahwa puluhan tahun lagi ini akan banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Pekerjaan pekerjaan baru akan muncul tantangan-tantangan baru akan muncul dan dunia bakal berubah banget dibandingkan sebelumnya inilah yang dinamakan sebagai revolusi industri 4.0 nah makanya saya pengen menanyakan 2 hal ke kalian. Pertama, Apakah kalian sendiri sudah siap dengan tantangan dan perubahan yang terjadi nanti?. Kedua, Apakah generasi muda Indonesia siap menghadapi Perubahan tersebut?.

    Dua pertanyaan diatas itu bisa kita refleksikan ke masing-masing pribadi kita saya yakin kita bisa sama-sama berproses dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik. Karena Satu Persen - Indonesian Life School percaya bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar dan mengevaluasi hal-hal yang kita lakukan selama ini. Akhir kata saya berharap agar Satu Persen - Indonesian Life School bisa membuat hidup kalian menjadi lebih baik dan membuat lebih siap dalam menghadapi tantangan masa depan.
    Related Posts
    Rifqi Fauzan Sholeh
    Hanya Menulis

    Related Posts

    Posting Komentar