Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Pendidikan : Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Unsur dan Cara Membuatnya

cerpen pendidikan

Cerpen Pendidikan ini akan saya bahas dilengkapi dengan penjelasan mengenai langkah-langkah menulis teks narasi cerpen. Jadi jika kamu ditugaskan oleh guru untuk menulis cerpen kamu bisa mengikuti langkah-langkah yang saya sampaikan ini.

Namun sebelum menjelaskan langkah membuat cerpen pendidikan saya akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian, ciri, fungsi dan unsur-unsur cerpen pendidikan ini.

Pengertian Cerpen Pendidikan

Cerpen pendidikan adalah prosa yang menceritakan salah satu masalah kehidupan pendidikan pelakunya, sehingga hanya memiliki alur tunggal. Alur tunggal satu hanya salah satu kejadian terpenting atau hal yang paling utama yang paling menarik, sehingga menjadi pemicu atau itu dibuatkan sebuah cerpen pendidikan.

Ciri Cerpen Pendidikan

  1. Alurnya tunggal bahgian satu fokus.
  2. Karya imajinasi bukan karya asli artinya berbeda dengan record atau cerita laporan kejadian atau cerita murni asli, tetapi ini berdasarkan kontemplasi perenungan, pemicunya boleh saja itu peristiwa terjadi, tetapi nanti diimajinasikan sehingga menjadi cerita cerpen pendidikan dan salah satu jenis prosa.

Fungsi dan Tujuan Cerpen

Fungsi dan tujuan cerpen pendidikan adalah sebagai alat untuk menghibur atau memikat atau mendidik, jadi fungsi utama sebagai tujuannya untuk gitu untuk menghibur, memikat, mendidik jadi utamanya adalah menghibur dan mendidik fungsi rekreatif dan edukatif ini yang yang utama dan dua.

Unsur-Unsur Cerpen

Cerpen memiliki 2 unsur yaitu: unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik disebut in karena itu berada di dalam yang membangun karya sastra dari dalam unsur instrinsik unsur yang membangun karya sastra yang berasal dari dalam yang ada yang melekat di dalam karya sastra tersebut.

Pada prinsipnya atau secara garis besar ada delapan unsur instrinsik, yaitu:

1) Tema

Tema adalah permasalahan pokok atau pokok permasalahan yang mendasari cerpen pendidikan itu dibuat yang intinya begitu yang mendasari, pokok permasalahan yang mendasari pengubahan atau Sebuah Cerita itu dibuat.

2) Amanat

Amanat itu adalah sebenarnya pesan secara garis besarnya adalah Pesan yang ingin disampaikan oleh penulisnya atau pengarangnya melalui tulisannya Itu bisa tersirat bisa tersurat. Tersurat itu terang-terangan kalau tersirat itu tersembunyi dibalik dialognya di balik kata-katanya dibalik dan seterusnya. Tersurat sengaja dimunculkan di situ dipesankan berbunyi tertulis kita harus sakit harus B harus ngapain dan seterusnya.

3) Latar

Latar ini Garis besarnya ada tiga yaitu latar waktu, latar tempat dan latar suasana. Kapan peristiwa itu terjadi, dimana peristiwa itu terjadi dan bagaimana keadaan atau situasi terjadinya peristiwa tersebut.

4) Pelaku

Tokoh ada pelaku yang bermain didalam cerpen pendidikan itu kita mengenal ada tiga jenis protagonis, antagonis dan tritagonis.

  • Protagonis itu yang baik
  • Antagonis itu yang jahat
  • Tritagonis itu hiburan atau tambahan atau bisa ada yang menyebutnya peran pembantu.

5) Karakter dan Karakterisasi

Karakter itu adalah sikap batin yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku ada yang menyebutnya karakter itu sifat-sifat tabiat dari pelakunya. Sedangkan karakterisasi itu cara pengarang melukiskan watak tokoh.

Cara pengarang melukiskan atau membuat karakter antara lain dengan cara:

  1. Penjelasan langsung dari pengarangan.
  2. Dialog antar tokoh.
  3. Tanggapan atau reaksi dari tokoh lain.
  4. Pikiran-pikiran dalam diri tokoh.
  5. Lingkungan di sekitar tokoh atau penampilan tokoh (rapi, bersih, teratur, dll).
  6. Bentuk fisik tokoh.
  7. Tingkah laku, tindakan tokoh atau reaksi tokoh terhadap masalah.

6) Sudut Pandang

Sudut pandang itu adalah cara pengarang mengisahkan atau menceritakan suatu cerita (posisi pengarang dalam cerita). Pada prinsipnya sudut pandang itu ada 2 jenis, yaitu:

Orang ke 1

Sudut pandang orang ke 1 ini ada dua jenis, yaitu orang ke 1 sebagai tokoh utama dan orang ke 1 sebagai tokoh sampingan.

Orang ke 3

Orang ke 3 ini menjadi tokoh yang serba tahu digunakan dia, ia, mereka, nama orang, dan ini biasa disebut sudut pandang dia-an.

7) Alur

Alur itu adalah jalinan cerita atau peristiwa rangkaian hubungan sebab-akibat tema dan seterusnya, sehingga kata lain dari alur itu adalah jalan cerita.

Alur cerpen pendidikan itu diawali dengan orientasi atau sebut juga pendahuluan kemudian jalinan cerita atau konflik, kemudian komplikasi atau klimaks dan resolusi atau penyelesaian. 

Didalam pendahuluan ini akan dimunculkan latar, waktu, tempat, suasana kemudian tokoh, setelah itu tokoh-tokoh ini diberi peran atau diberi karakter.

Setelah ketemu karakternya, maka karakter baik dan karakter kurang baik akan terjadi gesekan, muncullah konflik disini setelah muncul konflik, maka konflik itu dipelihara terus terus terus dan terjadilah klimaks.

Maka solusi penyelesaiannya seperti apa sebenarnya itu alur jalan cerita atau kemudian untuk macam alur itu ada alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Maju itu kronologis menceritakan urut-urutan kejadian bisa berdasarkan waktu kalau kronologis, bisa berdasarkan tempat.

Alur mundur jadi peristiwanya dulu terjadi kemudian baru mundur itu merepeat, merepeat mundur. Kemudian juga bisa campuran setelah maju kemudian mundur ada juga yang ngomong cerita berbingkai cerita di dalam cerita maju kemudian mundur lagi.

8) Nilai-nilai

Nilai-nilai yang ada di dalam cerpen pendidikan itu banyak, antara lain ada lima, yaitu:

  • Nilai moral, moral itu yang berkaitan dengan akhlak dan budi pekerti.
  • Nilai sosial yang berkaitan dengan norma-norma kehidupan saling memberi, saling menolong, tinggal rasa.
  • Nilai budaya ini berkaitan dengan kehidupan sangat penting berupa adat istiadat kebudayaan dan kepercayaan.
  • Nilai estetika berkaitan dengan seni dan keindahan karya bahasanya, alurnya, temanya, bahasa dan seterusnya.
  • Nilai agama berkaitan dengan ajaran agama tertentu.

Cara Membuat Cerpen

1. Menentukan Ide Cerita

Ide ini dapat bersumber dari apa saja, bisa bersumber dari pengalaman pribadi jika kamu mengalami suatu masalah atau mengalami suatu kejadian itu bisa diangkat menjadi sebuah ide cerpen pendidikan. Selain pengalaman pribadi pengalaman orang lain juga dapat kita jadikan ide cerita.

Kalian terbiasakan bercerita bersama teman-teman curhat-curhatan, nah itu juga bisa jadikan sumber selain itu, ide cerita dapat juga diambil dari fenomena atau peristiwa yang kita lihat ditambah satu kejadian nih apapun itu bisa kita angkat menjadi ide cerita cerpen pendidikan.

Selain itu bisa juga bersumber dari khayalan jadi benar-benar tokohnya itu tokoh khayalan kemudian peristiwanya peristiwa khayalan juga itu boleh.

2. Kerangka Karangan

Kalau kamu sudah menentukan ide cerita langkah yang kedua kamu harus membuat kerangka karangan. Dalam membuat kerangka karangan kamu harus menyesuaikan dengan struktur teks. Narasi cerpen pendidikan di sesuaikan dengan strukturnya, misalnya kamu menentukan bagaimana peristiwa awalnya, terus apa sih yang akan dimunculkan sebagai konflik nah penampilan masalahnya akan seperti apa dan ingat setelah ada masalah kamu juga harus menentukan betul penyelesaian kamu bentuk.

Kalau kamu tulis poin-poinnya yang membentuk struktur ini kalau kamu sudah menentukan strukturnya akan seperti apa, sudah memiliki gambaran nih kira-kira pokoknya seperti apa ceritanya.

3. Mengembangkan Kerangka Menjadi Cerita Utuh

Baru langkah yang ketiga yaitu mengembangkan kerangka menjadi cerita utuh kamu menulis ceritanya secara utuh kamu disini bisa mengembangkan tokoh-tokohnya disertai dengan wataknya bagaimana, tokohya bagaimana, sifat dia bagaimana, karakternya, kemudian latar tempat yang dipilih di mana saja, latar waktu kapan saja, latar suasana nya mau bagaimana.

Kemudian juga ya karena tema tadi sudah ditentukan di kerangka karangan, jadi disini kamu perhatikan unsur-unsur intrinsik maupun ekstrinsik yang mengembangkan tokoh dan penokohan. Mengembangkan alur, mengembangkan latar, dan kita juga bisa menyisipkan nilai kehidupan yang kita tulis sampai selesai.

4. Memberi Judul Pada Karangan

Kalau sudah selesai karangan kamu buat langkah berikutnya adalah memberi judul pada karangan. Dalam pemberian judul itu buatlah judul yang menarik, judul yang menarik akan membuat calon pembaca tertarik atau penasaran dengan cerita yang kamu tulis.

5. Memeriksa dan Memperbaiki Ceritanya

Sekarang sudah lengkapkan teks atau karangan narasi nya disertai dengan judul langkah terakhir adalah memeriksa kembali dan memperbaiki, kamu baca kembali, kamu lihat lagi apakah ada yang kurang atau misalnya ada yang salah atau malah ada bagian yang ingin kamu hilangkan atau misalnya nih pada bagian tertentu ada dialog yang kurang sehingga ceritanya kurang berhubungan.

Nah sebab akibatnya kurang terlihat bisa kamu tambahkan, jadi itu langkah yang terakhir memeriksa kembali dan memperbaiki. Sekarang mari kita coba berlatih untuk menulis cerpen pendidikan berdasarkan fenomena yang terjadi atau hal-hal yang dilihat.

Misalnya sekarang kita lihat di sini ada sebuah pengalaman seseorang yang melakukan snorkeling yang dikelilingi dengan ubur-ubur. Kira-kira ada ide yang muncul gak sih cerita apa yang akan kita tulis kalau melihat gambar ini?

Misalnya kita akan menuliskan cerpen bertema pengalaman snorkeling tersengat ubur-ubur nah itu ide ceritanya sudah kita tentukan. Langkah yang kedua kita membuat kerangka karangan nah tentukan strukturnya apa saja peristiwanya.

Misal: peristiwa awalnya itu kita berlibur bersama keluarga ke pantai atau ke Pulau Seribu, kemudian kita melakukan snorkeling dan kita terlalu asyik sehingga tidak menyadari adanya ubur-ubur akhirnya kita tersengat. Nah saat tersengat itu kita ingin menangkap ubur-ubur itu karena merasa greget misalnya tetapi kamu dilarang untuk menangkap ubur-ubur tersebut karena bisa melakukan sengatan yang lainnya akhirnya.

Misalnya kamu naik keatas perahu, kemudian ada yang kalian rasakan, apa akibat dari sengatan itu, kemudian kalian pun pulang atau ya kamu bersama keluarga kamu pulang ke penginapan.

Kerangkanya sudah kita buat, kalau kerangkanya sudah ada kalian kembangkan lagi menjadi sebuah cerita yang utuh. Tuliskan siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat bagaimana wataknya, kemudian latar tempatnya, semuanya harus utuh ya.

Kalau kamu sudah tulis, sekarang tibalah kamu membuat judul karangan kira-kira judul apa ya yang menarik untuk cerita tersebut, misalnya kamu berikan contoh pertemuan dengan makhluk transparan saat liburan. Kalau sudah ada judulnya, teksnya sudah utuh, kamu periksa kembali apakah ada penulisan yang masih kurang atau misalnya masih salah, silahkan kamu cek kembali.

Saya rasa sekian pembahasan kali ini mengenai cerpen pendidikan ini silahkan share jika Kamu rasa artikel ini bermanfaat, dan kalau ada yang ingin ditanyakan atau berpendapat silahkan berkomentar saja.

Rifqi Fauzan Sholeh
Rifqi Fauzan Sholeh Berbagi Informasi Seputar Pendidikan

Posting Komentar untuk "Cerpen Pendidikan : Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Unsur dan Cara Membuatnya"