fgVbA8pS2mAvH6shJUAkVSH4ZBAYg0maapkaFIUm

MEMBANGUN SIKAP KRITIS MAHASISWA SEBAGAI AGENT OF CHANGE UNTUK PEMBANGUNAN

    MEMBANGUN SIKAP KRITIS MAHASISWA SEBAGAI AGENT OF CHANGE UNTUK PEMBANGUNAN

    Setelah lulus dari SMA, tentu kehidupan akan banyak berubah. Dunia kampus kerap disebut sebagai miniature negara. Sebutan tersebut bukanlah sebutan asal saja. Rifqi merasakan di dunia kampus, mahasiswa bisa belajar banyak hal khususnya jika masuk ke dalam ranah organisasi. Ada banyak sekali kesempatan terbuka lebar untuk belajar banyak hal sebelum kelak lulus dari kampus. 

    Mahasiswa diharapkan tidak hanya berkutat pada urusan akademik saja. Dengan kecerdasan intelektual mahasiswa juga bisa belajar mengasah intelektual. Sejak di ranah kampus, mahasiswa dituntut untuk mampu mengkritisi kebijakan pemerintah sekaligus belajar berpolitik. Agar tidak salah langkah, bisa dimulai dengan bergabung di lembaga kampus sehingga bisa belajar dari senior yang lebih dulu mengambil peran. 

    Dalam perannya sebagai agent of change, tentu saja mahasiswa tidak bisa langsung memunculkan perubahan untuk masyarakat. Namun, mahasiswa memiliki kesempatan untuk turut mengkritisi masyarakat dan mengawal jalannya pemerintahan. Tugas ini sebetulnya merupakan tugas masyarakat luas. Namun, mahasiswa bisa ambil alih dan menjembatani antara masyarakat dengan pemerintah.

    mahasiswa sebagai agent of change 

    Menurut Rifqi cara mengkritisi pemerintah tidak harus selalu berupa demo. Ada banyak sekali cara-cara elegan yang bisa dilakukan untuk membuka pintu diskusi dengan pemerintah. Contohnya adalah dengan mengadakan dialog interaktif atau seminar dengan tokoh kebijakan publik. Jadi, kebijakan yang ambil pemerintah pun bisa lebih transparan. 

    Jika seminar serupa diminati oleh banyak mahasiswa, maka ruang belajar untuk mengenal kebijakan publik pun terbuka luas. Dengan mengenal kebijakan publik dan mengetahui arahnya, diharapkan mahasiswa bisa lebih peka untuk membela kepentingan masyarakat luas. Jika ada kebijakan yang merugikan masyarakat, mahasiswa bisa mendiskusikannya dan bergerak agar dampak negatif yang ditimbulkan bisa ditekan. 

    Agar mahasiswa bisa bersikap kritis dan tetap bisa berpikir logis, tentunya membutuhkan proses. Sebelum bergerak lebih jauh, harus terlebih dahulu diawali dengan kajian strategis yang membahas isu-isu sosial politik terkini. Sebagai agen perubahan, sikap kritis harus dibangun dan dijaga agar tidak mudah pudar oleh godaan. Dengan kajian-kajian yang rutin, harapannya lebih mudah untuk berdiskusi dengan pakar-pakar kebijakan publik maupun utusan pemerintah. 

    Related Posts
    Rifqi Fauzan Sholeh
    Hanya Menulis

    Related Posts

    Posting Komentar