CARA BAHAGIA ALA TOKOH FILSAFAT ARISTOTELES (APA ITU EUDAIMONIA)

CARA BAHAGIA ALA TOKOH FILSAFAT ARISTOTELES (APA ITU EUDAIMONIA)

CARA BAHAGIA ALA TOKOH FILSAFAT ARISTOTELES (APA ITU EUDAIMONIA)

Hidup dan bahagia - mungkin sebagian dari kamu sudah nggak asing sama kata-kata tadi ya, karena setiap ditanya tujuan hidup tuh buat apa, pasti kebanyakan orang akan menjawab Bahagia. Kita kerja nyari duit buat apa ya buat Bahagia, kita nyari temen buat bahagia, nyari pacar buat obat bahagia, makan enak juga ya buat kita bahagia.

Tapi meskipun kita tahu kalau tujuan hidup adalah untuk jadi bahagia mungkin kita seringkali masih bingung, emang gimana sih cara biar orang bisa bahagia?

Nah makanya di artikel kali ini saya bakal ngasih tau loh gimana caranya untuk dapat bahagia pakai suatu pendekatan filsafat dari seorang filsuf Yunani kuno yang namanya adalah Aristoteles. Sobat yang penasaran langsung aja kamu baca artikel ini sampai habis biar bisa dapat keseluruhan penjelasannya ya.

Hai nah kayak saya bilang tadi di artikel ini saya bakal ngasih tau kamu tentang cara untuk jadi bahagia dengan pendekatan Aristoteles, saya yakin kamu semua udah pada tau lah Aristoteles, dia adalah salah satu filsuf Yunani yang legendaris nah ngomong-ngomong soal bahagia, ada salah satu istilah yang sering banget dipakai buat mendefinisikan bahagia.

Kalau kata Aristoteles istilahnya adalah istilah "Yudi amonia you demonia" Itu kalau dalam bahasa aslinya di Yunani ya itu artinya adalah "kesejahteraan" dan memang sering diartikannya dengan kebahagiaan kesleo demonya ini sebenarnya ya dipercayai.

Kalo kata para ahli sebagai tindakan rasional jadi kayak apa sih tindakan rasional yang bisa kita lakuin untuk ngejar apa yang berharga dalam hidup kita. Intinya sih gimana caranya supaya kita bisa bahagia cuman bedanya dengan pendekatan lain adalah Yudi amonia ini biasanya pendekatan yang internal. Jadi Yudi Amonia ini bilang bahwa dibandingkan kita ngambil bahagia dari objek eksternal disekitar kita lebih baik kita fokus ke diri sendiri untuk merasa bahagia.

Jadi pendekatannya memang yang tadi saya bilang, "Internal" dan "Cukup Rasional" untuk mengejar apa yang berharga dalam hidup.

Prinsip Bahagia

Prinsip Kebahagiaan itu menurut Yudha Imunia adalah suatu proses buat mengerjakan kebaikan menurut prinsip moral kita sendiri secara internal. Kalau menurut Aristoteles itu bisa diturunkan jadi beberapa poin tadi yang berhubungan banget gitu sama internal dari kita poinnya adalah:
  1. Ada Perkembangan Diri, jadi caranya kita paham sama diri kita sendiri dan gimana caranya ngembangin diri kita.
  2. Penerimaan atau Save Captain, kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan diri setelah kita kenal, setelah kita coba mengembangkan diri kita.
  3. Tujuan hidup, nah ini yang tadi ya, sesuai dengan prinsip moral kita sendiri kita perlu tahu nih apa yang kita mau dan apa yang pengen kita capai tepatnya adalah soal kemampuan atau penguasaan kita terhadap suatu.
  4. Hubungan yang Positif Sama Diri Kita Sendiri, jadi bukan dengan orang lain tapi dengan diri kita sendiri dulu. Nah semuanya memang tadi soal internal kan, well... Iya karena memang kita yang dipercaya oleh Aristoteles. Aristoteles percaya bahwa kalau kita ngerjain kebahagiaan orang lain atau standar sosial sebagai prinsip kebagian kita ya sebenarnya dia bilang kalau itu bukan nyari kebahagiaan tapi justru malah kita bisa jadi enggak bahagia atau malah sebaliknya kita nyari-nyari penderitaan.
Jadi gimana nih caranya buat maksimalin potensi diri lo sendiri sebagai manusia dan ngejalanin hidup ya sesuai dengan cara yang memang cocok dengan diri kamu, dengan pemikiran kamu, terkait dengan berbagai aspek tadi yang ada empat yang saya sebutin.

Nah terus pertanyaan terbesarnya adalah Gimana nih cara kita buat mulai? kalau kata Aristoteles kebahagiaan itu sebenarnya bisa kita dapetin dengan ngelakuin beberapa hal, mulai dari Kenali diri lo sendiri secara mendalam apa sih hal yang bikin kamu seneng, apa kepribadian kamu. Dan ya balik lagi ya, masing-masing individu berbeda-beda.

Jadi yang bisa kamu lakuin adalah dengan memahami siapa dirinya sebenarnya, memang enggak segampang itu untuk awal-awalnya ketika kita mau kenal ciri khas diri sendiri mungkin kamu sendiri enggak tahu yang saya suka apa ya, minat saya apa ya, tujuan saya apa ya, tapi enggak apa-apa.

Oke kalau memang merasa susah karena ya pengetahuan penting kayak gini pun mungkin enggak pernah kita pelajari kan entah itu oleh orangtua diajarin atau disekolah belasan tahun bahkan puluhan tahun kita sekolah kita mungkin gak pernah belajar kan tentang gimana cara mengenali diri, jadi enggak apa-apa kalau kalau kamu kesusahan untuk menangani masalah ini.

Cara Mendapatkan Rasa Bahagia

Pertama Kenali diri secara mendalam ini bisa dilakukan dengan refleksi diri dengan layout mentoring, dengan kamu ngerjain psychotest banyak hal yang bisa lo lakuin untuk mengenali diri loh dan mungkin memang susah di awal tapi tidak apa-apa, nah itu yang pertama mengenali diri.

Kedua adalah dengan ngembangin potensi unik diri loh untuk membangun, ya pastinya harus kenal yah yang tadi gue sebutin yang pertama adalah kenal dulu jadi kayak kamu harus tau dulu sih sebenernya apa sih yang penting buat kamu, jadi kamu bisa enjoy buat mengembangkan potensi dari diri kamu.

Ketiga adalah menggunakan potensi ini buat mencapai tujuan hidup kamu, karena memang seseorang yang udah nemuin potensi dirinya dalam jangka panjang kalau misalnya dia udah tahu, Oh gua potensinya di sini biasanya dia memang punya tujuan kan, nah kamu pakai potensi itu dan kamu ketahui tujuan kamu biar kamu bisa menggunakan potensi kamu untuk mencapai tujuan itu ya simple karena memang kamu udah tahu nih kemampuan dan kelebihan kamu jadinya kamu bisa lebih mudah nantinya untuk mencapai tujuan kamu.

Nah itu adalah tiga cara simpel sebenarnya untuk mencapai kebahagiaan kalau gua rangkum lagi adalah pertama mengenal diri sendiri kedua temuin potensi diri dan maksimalin dan ketiga capailah tujuan hidup dengan belum memaksimalkan potensinya itu hal tadi. Memang ya nggak bisa dicapai dengan sekali belajar doang gitu kayak misalnya kamu baca artikel ini, terus besok udah langsung bisa ya mungkin nggak gitu, tapi enggak apa-apa ya namanya juga berproses ya dan it's oke kok untuk berproses meskipun lambat.

Karena saya percaya bahwa kamu memang butuh proses ya mungkin dikit-dikit aja gitu dan bisa jadi sepanjang hidup kamu bakal terus-terusan belajar buat mencapai tiga hal tadi.

Akhir kata ya semoga artikel ini bisa bermanfaat ya buat kamu, semoga kamu bisa makin memahami bahwa bahagia itu sebenernya sumbernya bukan dari luar tapi dari di kamu sendiri ya dengan ngejalanin kebaikan dan maksimalin tuh potensi diri kamu gitu ya. Nah kalau menurut kamu gimana ada hal menarik lain dari filsafat Aristoteles yang belum dibahas? Well silahkan komen ya dan akhir kata dari saya silahkan artikel lainnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Random