MENGAJAR SEPERTI NEGARA FINLANDIA | SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

MENGAJAR SEPERTI NEGARA FINLANDIA | SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

Mengajar Seperti Negara Finlandia | Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

Kali ini saya akan bahas buku Rich Finland karet Timothy D Walker buku ini membahas soal sistem mengajar di Finlandia yang mengagumkan. Pada tahun 2001 seorang anak berumur 15 tahun di Finlandia meraih skor tertinggi dalam tes Pisa program for International students sebagai informasi Pisa adalah tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dalam hal science, matematika dan membaca.

Menariknya sistem edukasi di Finlandia cukup unik walaupun hari belajar yang sedikit dan jumlah pr banyak tapi mampu menghasilkan murid dengan hasil Pisa yang tinggi.

Timothy merupakan seorang guru di Amerika Serikat dan suatu ketika dia pindah untuk mengajar murid kelas 5 di sekolah negeri di Helsinki ibukota Finlandia, disana menemukan rahasia apa yang membedakan anak Finlandia dengan anak dari negara lain yaitu pada sistem yang mengutamakan kebahagiaan dalam belajar.

Tiga poin menarik Negara Finlandia dalam mengajar anak didik, yaitu:

1. Kesejahteraan anak yang utama.

Ketika tim pertama kali mengajar di Finlandia ada sistem yang unik dikenal dengan nama Bridge, di Finlandia setiap waktu lima menit para murid akan diberikan istirahat selama 15menit awalnya tim merasa ini hal yang aneh tapi setelah dia mempraktekannya dia menyadari kalau para murid lebih fokus.

Ternyata ini merupakan cara untuk membuat otak kita menjadi lebih fresh yang akhirnya mampu mendorong produktivitas dan kreativitas ketika dalam kondisi istirahat biasanya dalam brand Breaks diselingi dengan aktivitas fisik jadi di Finlandia ketika brage para murid boleh keluar bermain diluar kelas sekaligus bersosialisasi dengan rekan sebayanya.

Selain Bridge para murid belajar cara yang unik, jika biasanya para murid duduk lama di kelas tapi di Finlandia mereka banyak bergerak dan berdiri saat belajar di kelas disitu juga tersedia standing dedes dan exercise ball. Sehingga para murid bisa belajar sambil bergerak dan ketika mereka pulang gurunya tidak akan memberikan PR yang banyak karena waktu luang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Dirumah adalah waktu bagi anak untuk recharge energi mereka supaya mereka siap untuk sekolah keesokan harinya.

2. Hubungan antara guru dan murid.

Di Finlandia jumlah murid di setiap kelas tidaklah banyak sehingga setiap guru didorong untuk mengenal muridnya satu per satu tim mencontohkan kalau dia selalu menyapa muridnya setiap pagi dan saat mau pulang dia juga rutin makan siang bersama muridnya untuk membangun hubungan yang akrab, kadang dia juga melakukan kunjungan ke rumah muridnya untuk bertemu dengan orangtua murid tersebut.

Semua ini dilakukan agar guru dapat memahami anak didiknya sehingga dapat membantu mereka dalam belajar tidak jarang juga guru di Finlandia bermain dengan muridnya, salah satu yang bisa dicoba yaitu hukuman binggo permainan ini bisa jadi Ice Breaker yang seru.

Cara mainnya yaitu:
Mencari orang yang punya deskripsi yang sesuai dengan yang ditulis di dalam kotak bingkai tersebut tujuan dari permainan ini adalah agar setiap orang bisa berkenalan dan mengetahui hal unik dari teman sekelasnya.

Kegiatannya sangat penting di awal ketika masuk ajaran baru disaat itulah fokus utamanya adalah membangun hubungan yang erat antara guru dan murid.

3. Berikan kebebasan pada murid riset.

Menyarankan kalau rasa kebebasan adalah resep utama dalam hal kebahagiaan, guru harus memberikan kesempatan pada muridnya untuk menunjukkan hal apa yang sudah dipelajari sebelumnya kebebasan ini memberikan ruang pada murid untuk berkreasi dan bertumbuh.

Awalnya tim ragu untuk memberikan ruang pada muridnya tapi dia berubah pikiran setelah dia melihat muridnya mampu menjalankan penjualan kue sendiri sebagai salah satu proyek kelas ini memang tidak semua murid bisa mandiri ada beberapa yang kesulitan tapi dengan memberikan kesempatan kepada murid yang mandiri untuk bertanggung jawab tim bisa fokus untuk membantu murid yang sulit.

Dan kebebasan bisa juga diartikan sebagai memberikan pilihan kepada para murid, tujuannya adalah agar guru bisa mengetahui apa minat dari para muridnya contoh sederhana bisa seperti memberikan mereka kebebasan untuk memilih buku apa yang mereka baca dan bagaimana cara mereka membuat tugasnya.

Belajar dengan bahagia akan menghasilkan murid yang mencintai proses belajar itu sendiri, ketika belajar tidak lagi menjadi sebuah beban maka disitulah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis akan tumbuh silahkan komen di kolom komentar, sampai bertemu kembali di artikel berikutnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Random