fgVbA8pS2mAvH6shJUAkVSH4ZBAYg0maapkaFIUm

CARA MENDIDIK JASAD - DIMENSI MANUSIA

    CARA MENDIDIK JASAD - DIMENSI MANUSIA

    CARA MENDIDIK JASAD - DIMENSI MANUSIA

    Cara Mendidik Jasad - Dimensi Manusia - Pada kesempatan kali ini Mari kita sama-sama membuka ruang berpikir kembali yang mana di artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang dimensi manusia yang pertama itu roh yang kedua itu akal nah di artikel kali ini saya akan membahas tentang jasad penasaran apa yang akan saya bahas ada baiknya siapkan kopi dan pikiran agar lebih rileks dalam menyimak artikel kali ini.

    Teman-teman sekalian Seperti biasa saya akan mempreteli dulu jasad itu secara bahasa apa sih artinya meskipun kita tahu sebetulnya karena sehari-hari mungkin kita ngobrolin tentang ilmu pengetahuan ada sering kita mendengar istilah jasad itu menurut KBBI itu tubuh atau badan, baik itu manusia, hewan atau tumbuhan.

    Biasanya istilah fisik itu digunakan menunjukkan kepada sesuatu yang nampak pi dalam diri kita gitu nah sebetulnya kan kalau kita pahami ternyata unsur manusia itu ada tiga ruh, akal dan jasad. Bagian tubuh yang paling luar dibalik fisik ini terdapat akal dan ruh, itu pengertian fisik secara sederhana yang saya pahami seperti di artikel-artikel sebelumnya.

    Saya akan memberitahu bagaimana sih cara mendidik fisik kita ini kan kita sekarang konsisten di dalam ranah pendidikan itu nah secara umum saya ketahui dan saya baca dari buku-buku bahwa cara mendidik fisik itu dilakukan yang pertama dengan cara berolahraga nah berolahraga ini kan sering sebetulnya kita lakukan dari kita kecil sampai kita dewasa, kita sering melakukan aktivitas olahraga akan olah raga itu bukan olah fisik.

    Ya sebetulnya sama menunjukkan pada anggota tubuh kita Nah apa sih yang kita dapatkan ketika kita mendidik fisik kita dengan cara olahraga tentu fisik kita badan kita itu akan sehat kemudian bugar dan segar, ya meskipun ya kita tahulah di masyarakat. Mungkin ada yang menganggap berolahraga itu melelahkan capek gitu ya apaan olahraga ya enakan rebahan gitu ya enakan tidur gitu.

    Sebetulnya kalau dia menyadari bahwa bagian dari dirinya itu adalah fisik sesungguhnya dia harus melakukan pendidikan kepada fisiknya itu dengan cara berolahraga gitu kan, nah kalau orang yang jarang berolahraga ini bisa saya pastikan orang itu cepat lelah cepat lemas terkadang juga mudah terserang penyakit.

    Maka sebetulnya jika kita tahu bahwa kita itu terdiri dari fisik, akal dan ruh, nah fisik kita ini setidaknya untuk menjaga keseimbangan tubuh kita, dengan kita mengeluarkan keringat maka kita harus rajin berolahraga. Kemudian yang kedua yang saya pahami mendidik fisik ini bisa dengan cara makanan yang halal dan thoyyib atau Toyib lah ya karena didalam Islam saya katakan dalam Islam karena akan di awal saya baca bukunya Dr Asep yang menggunakan pendekatan teologis dan filosofis nah makanan ini di dalam islam diatur dengan konsep yang halal dan thoyyib.

    Apa itu halal dan thoyyib? Halal itu jelas sesuatu yang diperbolehkan dimakan di dalam agama Islam banyak sebetulnya makanan yang halal dibanding makanan yang haram nah di samping kehalalan zatnya itu seperti misalnya kita makan singkong maka ngasih itu halal selama tidak ada larangan memicu halal. Nah toyib itu sesuatu yang baik jadi kita bisa nih tahu bahwa beras itu halal namun kita peroleh dengan cara mencuri nah ini halal tetapi tidak Toyib tidak baik proses mendapatkan beras tersebut.

    Maka disini kita harus memperhatikan juga makanan yang akan kita makan pastikan dia itu berstatus halal dan thoyyib ini merupakan pendidikan kepada fisik kita yang saya rasa akan berpengaruh kepada perilaku.

    Orang-orang yang mendalami tasawuf mereka mengatakan bahwa di dalam makanan itu empat ruh atau energi nah ketika kita memakan sesuatu yang tidak halal dan tidak Toyib maka energi dari perilaku makanan itu energi buruk dari apa yang kita makan itu akan menyatu dengan darah kita akan menyatu dengan fisik kita, organ tubuh kita, maka kemungkinan pada akhirnya perilaku kita pun akan mencerminkan apa yang kita makan dan kita memperolehnya.

    Itu sih tambahan saja dari saya bahwa ada kemungkinan apa yang kita makan itu akan mempengaruhi perilaku kita nah yang ketiga makanan itu juga harus menunjang 4sehat 5sempurna kita tahu yah makanan yang bergizi makanan yang berprotein tinggi kita butuh vitamin E yang mana kesemuanya itu adalah dalam rangka menjaga kemurniannya tubuh kita dalam tumbuh kembangnya.

    Kalau kita makannya kurang protein kurang vitamin kurang gizi ya mungkin tubuh kita akan lambat tumbuh kembangnya pertumbuhan tubuh kita akan menjadi lambat karena yang kita makan tidak mampu memberikan asupan asupan protein gizi dan lain-lain itu akan mempengaruhi terhadap pertumbuhan fisik kita jadi makanan di samping halal dan thoyyib juga harus bergizi, bervitamin, berprotein.

    Kemudian karakter atau sifat dari fisik kita ini ya saya akan jelaskan bahwa fisik kita ini fana atau sesuatu yang akan hancur, kita lihat saja orang yang mati mereka ketika ruhnya itu meninggalkan jasad, jasadnya itu dikubur ke tanah kemudian tanah akan memakan jasad tersebut artinya jasad kita ini bakal hancur tidak Abadi.

    Nah itu sifat dari fisik kita, karakter fisik kita itu tanah yaitu akan mengalami kehancuran, yang kedua jika fisik kita tidak dikontrol nah ini makanya harus sinergi antara akal keimanan kita, hati atau ruh kita dengan visi kita saya ilustrasikan seperti inilah di dalam banyak buku filsafat itu mengibaratkan bahwa kuda-kuda itu adalah jashan kita kemudian anda Kusir di belakangnya yang mengendalikan arah kemana Kuda itu akan bergerak.

    Nah ruh kita ini adalah Kusir jasad itu adalah kuda nah kuda, jika tidak dikendalikan maka dia akan bertingkah seenaknya sebaliknya jika si Kusir mampu mengendalikan maka kuda ini akan berjalan semestinya sebagaimana yang dikehendaki oleh si Kusir.

    Nah jadi Maksud saya itu bahwa fisik kita ini disamping dia juga harus dididik secara kesehatan secara makanan gizi dan lain-lain, namun kita juga harus mendidik fisik, karakternya ini yang selalu dan selalu menginginkan sesuatu yang sifatnya Fana yang sifatnya hanya sementara saya kasih contoh lah ini pendidikan khusus sebetulnya untuk fisik kita awet tadi secara umumnya seperti itulah.

    Kalau secara khusus fisik kita ini haruslah dididik dengan cara kita tidak menutur apa yang menjadi keinginannya secara berlebihan ini saya katakan secara berlebihan misalnya kita ini kan makan tah makanan yang kita makan ini kan kadangkala banyak pilihannya banyak jenis-jenis yang sekiranya itu kita bisa amati lidah kita itu menginginkan yang seperti apa ingin yang lada ingin yang manis ingin daging itu macem-macem keinginan lidah.

    Nah disitulah kita harus dapat mengontrol fisik kita di dalam ketika fisik kita itu memiliki kehendak ya artinya kita harus bisa mengontrol jika memang kita memiliki penyakit asam lambung maka kita jangan terlalu banyak makan pedas itu kan kalau kita punya penyakit gula ya kita jangan banyak makan gula juga mata kita sebetulnya telinga dan seluruh anggota tubuh kita itu harus selalu dalam kontrol akal dan iman kita ya jika tidak ada pendidikan khusus terhadap kehendak yang dimiliki oleh tubuh kita.

    Maka kemungkinan tubuh kita ini akan berperilaku seperti hewan karena akan yang membedakan manusia dengan hewan itu akal nah ketika akal kita tidak bisa mengontrol jasad hati kita tidak bisa mengontrol jasad maka ihatlah perilaku hewan dia memakan segala dia tidak perduli temannya sudah makan atau belum yang penting dia makan yaitu perilaku-perilaku hewan yang sebetulnya harusnya menjadi barometer bagi kita kita mengaca diri bagaimana kita berperilaku apakah fisik kita ini selalu dituturi keinginannya atau kita telah mengontrol fisik kita menggunakan akal dan keimanan kita.

    Seperti biasa saya akan mengkritik ya urusan fisik ini di zaman modern ini kita bisa lihat orang-orang semakin terlihat kaya dengan materi orang-orang semakin mengejar sesuatu yang nampak ya kita bisa lihat orang-orang mengejar rumah, mengejar mobil, mengejar motor artinya kadang kala itu bukanlah menjadi sesuatu kebutuhan tetapi keinginan.

    Nah kekhawatiran saya ketika manusia manusia seperti ini terlalu mementingkan kepuasan kepuasan fisik lahir nya, akal mereka akan lemah, hati mereka pun akan lemah karena ketika nih layarnya seperti kuda kita tidak bisa mengontrol udah tersebut, maka kita akan terbawa oleh kuda ketika kita tidak mampu mengontrol fisik kita maka akal dan hati kita pun akan mengikuti bisa kita ya apa bedanya dengan hewan.

    Sesungguhnya manusia itu diciptakan bukan untuk mencari sesuatu yang akan hancur, kalau kita ingin mencari sesuatu yang hancur artinya kita bodoh, nanti pun kita akan tinggalkan orang nantipun akan hancur kemudian kita mengarahkan akal dan pikiran kita untuk mencari sesuatu yang bakal hancur dan itu sesuatu yang sia-sia ada baiknya kita mencari sesuatu yang bersifat duniawi atau yang bersifat sementara ya seadanya saja, karena memang tidak untuk selamanya hanya untuk kepentingan kita di dunia.

    Nah jadi bisa dikatakan kita harus berpola hidup secukupnya dan sesederhana mungkin karena jika tidak ya itulah nanti akan terjadi kerusakan yang luar biasa menurut saya jika manusia tidak bisa mengontrol bagian tubuh yang paling luar yang dinamakan fisik ini itu saja dari saya tentang dimensi manusia telah di sekolah nanti yang request pembahasan apapun saya Insyaallah akan pelajari dan kita belajar bareng disini sekian Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
    Related Posts
    Rifqi Fauzan Sholeh
    Hanya Menulis

    Related Posts

    Posting Komentar