BERLOMBA-LOMBA MENJADI SEKOLAH TERBAIK

sekolah terbaik

BERLOMBA-LOMBA MENJADI SEKOLAH TERBAIK

Sekolah seperti arena pacuan kuda yang merebutkan siswa melalui berbagai metode. Pertama yang bisa dilakukan dalam mengelola bangunan dengan mengganti berbagai bangunan sekolah agar terlihat mewah dan mengesankan. Arsitektur perguruan tinggi yang menghabiskan biaya ini diharapkan menjadi daya tarik siapa saja yang ingin sekolah di sana. Sebuah kampus biasanya dilengkapi AC kemudian menggunakan lift dengan gedung yang bertingkat-tingkat bahkan terdapat ruang kelas yang dilapisi karpet.

Di depan pintu gerbang terdapat satpam yang akan memberi peringatan pada siapapun yang tidak sesuai berpakaian dengan etika kampus yang ada. Larangan itu terdapat di beberapa kampus ternama yang ada di negara ini beberapa sekolah bahkan mendirikan pagar yang tertutup agar tidak setiap orang mudah masuk. Hasil bangunan yang megah ini kadang berhimpitan dengan kawasan permukiman yang kumuh. Penggusuran dimungkinkan jika sekolah memerlukan tanah yang luas. Sekolah ibarat kota kecil yang memiliki irama kehidupannya sendiri dengan meminta ongkos besar dari setiap orang yang ingin menikmatinya

Cara kedua yang juga bisa dilakukan adalah biasanya para kalangan perguruan tinggi membuka kelas di berbagai daerah pembukaan di daerah tingkat kabupaten. Ini menjadi upaya untuk menjaring beberapa pegawai yang ingin mendapatkan gelar meskipun gagasan ini masih kontroversial namun banyak perguruan tinggi yang lincah bersaing melakukannya. Sebab motifnya bukan pemerataan melainkan semata-mata untuk meraup keuntungan yang biasa dilakukan dengan mengikuti kelas bagi para pegawai yang hendak mendapatkan jabatan untuk memperoleh gelar kesarjanaan

Namanya juga kelas maka biaya yang ditimbulkan akan jauh lebih besar dari biasanya. Biaya pendampingan biasa pula dilakukan di hotel sebagai ruang kelas. Sekolah sudah menjelma masuk ke berbagai daerah terpencil dan menjadi metode untuk melatih siswa seiring dengan kebijakan otonomi daerah yang diterapkan. Karena tujuannya hanya untuk memperoleh gelar maka semua prosedur kuliah yang biasa dilalui dengan cara normal dapat diringkas dengan mudah. Sekolah bukan menjadi tujuan utama namun perolehan gelar membuat beberapa perguruan tinggi saling bersaing untuk memberi terapi yang cepat pada calon mahasiswanya

Cara ketiga yang dapat ditempuh adalah memperbanyak program diploma dan eksistensi dengan harga yang saling bersaing untuk mendapatkan peserta. Fasilitas serta koneksi dengan beberapa instansi juga yang tak kalah penting. Maka apa yang sebenarnya memotivasi sekolah untuk berkompetisi liar seperti ini? Pertama-tama memang ada aturan yang tidak beres dari birokrasi pendidikan itu sendiri aturan menyangkut tentang pendidikan. Sebuah sekolah tampaknya begitu mudah dan leluasa. Sekolah mirip dengan bisnis pembukaan biro travel asal ada gedung staf dengan fokus studi yang jelas maka bisa didirikan tanpa melihat isi aturan.

Sehingga muncul protes dari banyak siswa yang merasa dirugikan dengan adanya sistem pendidikan yang seperti ini. Ada mengadukan pengurus sekolah ke parlemen karena dianggap menipu hingga ada yang meminta kejelasan mengenai pengelolaan sekolah dan lain sebagainya. Perusahaan ini tak juga menemukan bahwa pekerjaan dan konflik yang terjadi di lingkungan sekolah sendiri. Terdapat persaingan yang tidak wajar dan kerap kali dilakukan yaitu dengan meniupkan prasangka etnis maupun agama.

Hal kedua yang bisa menjadi motivasi sekolah menjadi arena liar karena intervensi kepentingan modal yang besar lembaga pendidikan yang yang berasal dari asing. Sekolah di sana jauh lebih mahal dan dengan menu pelajaran yang lebih beragam ada sekolah. Mulai dari melatih naik kuda bermain konser musik hingga perjalanan kereta berangkat ke luar negeri. Sekolah memberikan berbagai hal teknis yang komplit dan detail seperti bahasa asing dan juga komputer sampai tata pergaulan dengan orang asing. Tujuan sekolah adalah mendorong siswanya agar bisa beradaptasi dengan masyarakat global.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Random