fgVbA8pS2mAvH6shJUAkVSH4ZBAYg0maapkaFIUm

PENDIDIKAN TATA BOGA MEMBEDAKAN ANTARA CHEF DENGAN KOKI


    PENDIDIKAN TATA BOGA MEMBEDAKAN ANTARA CHEF DENGAN KOKI

    Sejak adanya popularitas kompetisi memasak di televisi, sepertinya masyarakat menganggap bahwa gelar ‘Cheff’ lebih berharga daripada gelar ‘Koki’. Seperti yang kita ketahui bahwa seseorang ‘Chef’ adalah seseorang yang mengetahui tentang Pendidikan tata boga atau pengetahuan tentang memasak, di mana masakannya perlu diimbangi dengan nutrisi atau Kesehatan. Selain itu, gelar ‘Chef’ juga kerap kali dijumpai menjadi pembawa acara memasak di televisi atau bahkan di majalah-majalah resep.

    Sejak adanya program televisi yang sering menggunakan ‘Chef’ dalam memasak, kini tak sedikit Ibu-Ibu yang memasak di dapur memiliki gaya memasak yang cenderung meniru di acara televisi. Di dapur pun para pemasak mulai kreatif dalam memasak. Di mana memasak memiliki jiwa seni sendiri.

    Kini Pendidikan memasak pun bis akita jumpai di berbagai media seperti televisi, majalah, website, media sosial, dan sebagainya. Di mana para Chef atau koki memberikan berbagai tips dalam memasak yang apik Ketika disuguhkan begitu juga dengan kualitas makanannya dari segi kelezatan dan kesehatannya untuk tubuh.

    Tak heran jika gelar ‘Chef’ lebih dikenal dibandingkan dengan ‘Koki’. Di mana kata-kata ‘Chef’ lebih sering digunakan di berbagai media dibandingkan ‘Koki’. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah setiap orang yang mengetahui pengetahuan memasak, bis akita sebut sebagai ‘Chef’? padahal, pada dasarnya, ‘Chef’ dengan ‘Koki’ itu berebeda.

    Mengenal Gelar ‘Chef’ dan Pendidikannya

    Sederhananya, ‘Chef’ merupakan orang yang dipercayai untuk memimpin tim memasak di sebuah dapur. Hal ini terkait karena ‘Chef’ memiliki pengetahuan tentang memasak dari kualitas dan segi penampilan. Hal ini pun diajarkan di sebuah Pendidikan Tata Boga. Di mana para calon ‘Chef’ sebelum mendapatkan gelarnya, mereka dituntut untuk membuat penelitian sehingga menemukan tekniknya dalam memasak.

    Sehingga, untuk mendapat julukan ‘Chef’ itu memerlukan Pendidikan tinggi, di mana Pendidikan tersebut berfokus pada Teknik memasak alias Pendidikan Tata Boga. Di Indonesia sendiri, sudah banyak yang menyediakan program studi di berbagai Perguruan Tinggi baik Negeri maupun swasta.

    Seperti yang kita ketahui bahwa Tata Boga merupakan salah cabang Pendidikan, di mana Pendidikan ini mengajarkan seni memasak hingga mengolah dan memperhatikan penampilannya. Dengan begitu, di dalam cabang ilmu Tata Boga juga terdapat Teknik bagaimana menyajikan sebuah masakan ke orang atau pelanggan. Hal ini pun bisa dilakukan dengan sajiann khas tradisional maupun internasional.

    Tak hanya pada perguruan Tinggi, sebenarnya Tata Boga juga terdapat di jenjang Pendidikan Menengah, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tata Boga. Biasanya tata boga juga diajarkan di Kejuruan Perhotelan. Di mana mereka akan lebih berfokus dengan makanan, sajian, dan penampilan makanan di dalam hotel. Begitu juga dengan table manner yang juga diajarkan di Pendidikan ini.

    Perlu mencapai gelar Sarjana atau S1 untuk mendapatkan gelar ‘Chef’. Sedangkan pada D4 akan mendapat gelar A.Md. untuk D3 mendapat gelar S.Tr.Par. Dari sini, kita mengetahui bahwa gelar ‘Chef’ bukan semata-mata orang yang bisa memasak atau mengetahui pengetahuan tentang masakan.

    Di sini kita sudah mulai memahami bahwa Chef dengan Koki itu berbeda. Di mana koki merupakan orang yang berpengetahuan masakan namun masih di bawah ‘Chef’. Karena gelar koki tak perlu ke Pendidikan Perguruan Tinggi, bahwa Sekolah Menengah pun mereka juga bisa menjadi koki.

    Bisa dikatakan bahwa koki adalah juru masak, sedangkan Chef adalah orang yang memimpin atau peracik bumbunya.
    Related Posts
    Rifqi Fauzan Sholeh
    Hanya Menulis

    Related Posts

    Posting Komentar