fgVbA8pS2mAvH6shJUAkVSH4ZBAYg0maapkaFIUm

BAGAIMANA MENENTUKAN PRIORITAS AKTIVITASMU? (TIPS MELAWAN RASA MALAS)

    BAGAIMANA MENENTUKAN PRIORITAS AKTIVITASMU? (TIPS MELAWAN RASA MALAS)

    BAGAIMANA MENENTUKAN PRIORITAS AKTIVITASMU? (TIPS MELAWAN RASA MALAS)

    Bagaimana Menentukan Prioritas Aktivitasmu? (Tips Melawan Rasa Malas) - Hidup yang dipenuhi dengan tugas mungkin adalah hal yang biasa bagi banyak orang. Baik itu tugas kuliah, pekerjaan rumah, belum lagi ngerjain tugas magang. Sampai-sampai Kamu merasa kewalahan, atau bahkan stres. Kamu merasa seperti Kamu hanya ingin tidur sepanjang hari, terutama dalam pandemi seperti ini.

    Mungkin karena kita mungkin bingung harus mulai dari mana, tugas mana yang harus kita selesaikan terlebih dahulu. Beberapa orang pasti akan mengalaminya, terutama ketika mereka memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

    Mereka akhirnya merasa malas ketika pekerjaan terus menumpuk yaa sebenarnya normal, kok. Karena ini bukanlah sesuatu yang pernah diajarkan di sekolah. Ketika kita masih sekolah, meski diberi segunung tugas, kita tidak pernah diberitahu bagaimana memprioritaskan, bagaimana mengatur waktu kita, bagaimana menentukan tugas mana yang harus dilakukan pertama kali atau bahkan harus mulai dari mana.

    Mungkin ada sebagian dari Kamu yang masih bingung padahal sebenernya manajemen waktu itu penting dan perlu kamu pelajari.

    Akhirnya mau ga mau yaa mungkin banyak dari kamu yang akhirnya belajar trial and error kadang banyak errornya dan yaa jadinya otodidak aja gitu, Atau mungkin Kamu baru mulai belajar manajemen waktu melalui artikel ini. Tapi tenang, kami akan memberi tahu Kamu bagaimana Kamu bisa mendapatkan kemampuan untuk membagi waktu Kamu, alias manajemen waktu untuk melakukan tugas Kamu berdasarkan skala prioritas.

    Jadi kamu baca artikel ini sampai akhir, sehingga Kamu dapat mengetahui cara mengatur waktu Kamu dengan benar.

    Ketika kita lagi banyak kerjaan, dan itu membuat kita merasa bingung di mana kita harus memulai, yang sebenarnya terjadi adalah kita itu menganggap semua pekerjaan itu penting dan ngerasa semua pekerjaan harus diselesaikan saat itu juga, kebanyakan orang merasa seperti itu.

    Namun kenyataannya, jika kita lebih sadar, sebenernya ada pekerjaan yang urgent banget, yang mana tingkat urgensi yang begitu tinggi, yang pada gilirannya mengharuskannya diselesaikan saat itu juga.

    Namun terkadang, ada juga tugas yang kalo dipikir-pikir memiliki tenggat waktu yang masih lama. Itulah mengapa sangat penting bagi kami untuk mengatur prioritas. Mana yang harus kita selesaikan dulu dan mana yang bisa kita lakukan nanti? Mengapa ini penting?

    Karena, dengan mampu mengarahkan dan mengontrol pekerjaan Kamu, manajemen waktu Kamu, dan prioritas Kamu, Kamu akan mencapai hasil yang lebih baik dengan kecepatan yang lebih stabil.

    Kamu juga bisa menghindari stres dan malas.

    Saya ada cerita tentang Eisenhower...
    Einshower merupakan presiden Amerika Serikat ke-34. Ia dikenal sebagai orang yang sangat produktif. Dalam 2 masa jabatannya sebagai Presiden, Eisenhower memimpin pembangunan jalan tol, atau juga dikenal sebagai 'Interstate Highway System' dia mendirikan NASA juga, dan dia juga menandatangani Undang-undang hak-hak sipil terbesar di AS sejak akhir Perang Saudara Amerika. Dia juga mengakhiri Perang Korea, dan masih banyak lagi prestasi besar lainnya.
    Jadi bagaimana presiden ini bisa melakukan begitu banyak hal yang berdampak pada negaranya, dan bahkan dunia?

    Nah, pada dasarnya, Eisenhower memahami bahwa ada hal yang mendesak dan ada hal yang penting.

    Dalam pidatonya tahun 1954, Eisenhower mengatakan: 

    Saya punya dua jenis masalah, yaitu yang mendesak dan yang penting. Hal yang mendesak itu ga penting, dan yang penting itu ga pernah mendesak.

    Setelah itu, ada seorang penulis bernama Steven Covey. Dia menggunakan kembali apa yang dikatakan Eisenhower menjadi alat yang akan membantu memprioritaskan tugas kita kedalam bukunya yang berjudul "the 7 habits of highly effective people" 

    Inilah yang disebut “Eisenhower Decision Matrix”. Kerangka kerja ini akan membantu Kamu memprioritaskan pekerjaan, dan membantu Kamu mengatasi persepsi bahwa semua tugas adalah tugas yang mendesak, bahwa semua tugas itu sebenernya penting.

    Nah Ini juga akan membantu menghilangkan pemborosan waktu. Pada dasarnya matriks ini mempunyai dua sumbu:

    Pertama, sumbu mendesak - tidak mendesak.

    Kedua, sumbu penting - tidak penting.

    Pertama adalah tugas mendesak, atau tugas yang harus diselesaikan secepatnya. Tugas-tugas ini tidak bisa dihindari dan tidak bisa dibatalkan.

    Kedua, hal penting adalah tugas yang berkontribusi pada tujuan dan nilai hidup Kamu dalam jangka panjang. Tugas-tugas ini mengharuskan Kamu untuk lebih berhati-hati dalam perencanaan Kamu. Yang penting adalah matriks ini subjektif, tergantung pada nilai dan tujuan Kamu. Tidak ada yang bisa menentukan apa yang mendesak atau penting bagi Kamu.

    Agar Kamu lebih mengerti, perhatikan layarnya. Jika matriksnya digambar, akan terlihat seperti ini: Dari 4 sumbu ini, Kamu dapat membuat 4 kategori.

    Eisenhower Decision Matrix

    Kamu dapat membagi tugas Kamu menjadi 4 kategori ini.

    Pertama, untuk yang Penting & Mendesak, Kamu perlu mengambil tindakan yang cepat. Itu karena hal-hal ini biasanya memiliki tenggat waktu yang dekat dan konsekuensinya bisa besar bagi hidup Kamu jika pekerjaan ditunda atau jika pekerjaan Kamu tidak dilakukan dengan benar. Misalnya, ada UAS yang harus dikumpulin besok atau misalnya wastafel di rumah Kamu bocor; Jika Kamu tidak memperbaikinya secepat mungkin, Kamu akan kebanjiran, dan atau masalah lainnya.

    Kedua, adalah tugas Penting & Tidak Mendesak. Seperti namanya, ini terdiri dari pekerjaan yang tidak mendesak, tetapi penting dalam jangka panjang. Jadi, itu tidak harus memiliki tenggat waktu, tetapi jika Kamu dapat mulai efek akhirnya akan sangat bermanfaat. Atau, misalnya jika Kamu melakukannya dengan benar, hasilnya akan sangat bagus, berikut contohnya: Kamu ingin belajar sesuatu yang baru.

    Yaa berarti Itu sangat penting, tentu saja, tetapi tidak terlalu mendesak jika hal baru itu tidak urgent-urgent banget. Tapi itu berarti ada baiknya merencanakan hal baru ini. Jadi rencanakan agar prosesnya lebih lancar.

    Ketiga, adalah Mendesak & Tidak Penting. Biasanya, ini terkait dengan harapan yang diberikan orang kepada Kamu. Misalnya, orang tuamu meminta kamu untuk mencuci piring.

    Pada kenyataannya, itu tidak penting bagi Kamu dalam jangka panjang, tapi orang tuamu tetap ingin kamu mencuci piring. Jika itu masalahnya, Kamu dapat mendelegasikan pekerjaan itu, mungkin kepada adik Kamu. Jika Kamu merasa ada hal-hal yang lebih mendesak untuk ditangani. cukup delegasikan saja. Berikan semacam reward atau bayaran untuk adik Kamu, snack atau semacamnya.

    Keempat, adalah tugas Tidak Penting & Tidak Mendesak. Ini adalah jenis pekerjaan yang membuang-buang waktu Kamu. Mengapa? Karena tidak hanya itu tidak mendesak, itu bahkan tidak mempengaruhi hidup Kamu. Dan itu mungkin tidak berkontribusi pada kemajuan hidup Kamu atau tujuan hidup Kamu.

    Ini hanya membutuhkan banyak waktu. Misalnya menonton TV, stalking media sosial seseorang, atau bermain game online. Ada banyak, tapi bukan berarti aktivitas itu tidak penting atau tidak mendesak untuk Kamu.

    Seperti yang saya katakan, semuanya terserah Kamu. Tetapi pada intinya, dari matriks ini, Kamu dapat membagi banyak tugas Kamu menjadi beberapa kategori, sehingga Kamu tidak akan bingung ketika Kamu perlu memutuskan mana yang harus Kamu kerjakan terlebih dahulu dan mana yang dapat Kamu delegasikan.

    Itu dia. Jadi, coba gunakan metode ini perlahan, tidak apa-apa, dan coba pantau & evaluasi kemajuan Kamu. Jika kamu sudah membuat matriks, tapi kamu bingung mau ngapain dan masih malas, mungkin masalahnya bukan karena kamu bingung menentukan prioritas, karena ada banyak juga masalah malas yang kamu rasakan bisa jadi kurangnya motivasi, dibalik rasa hampa dalam hidup Kamu belakangan ini.

    Selalu ada sesuatu yang memperlambat Kamu dan membuat Kamu malas. Tapi tidak apa-apa, "Bagaimana melawan kemalasan" bukanlah sesuatu yang kita pelajari di sekolah.

    Baiklah Akhirnya semoga artikel ini juga bisa membantu kalian untuk memprioritaskan aktivitas kamu menjadi lebih baik disetiap harinya saya Rifqi Fauzan terima kasih.

    Related Posts
    Rifqi Fauzan Sholeh
    Hanya Menulis

    Related Posts

    Posting Komentar