fgVbA8pS2mAvH6shJUAkVSH4ZBAYg0maapkaFIUm

PILIH SARJANA ATAU DIPLOMAT? PILIH VOKASI ATAU AKADEMIK?

    PILIH SARJANA ATAU DIPLOMAT? PILIH VOKASI ATAU AKADEMIK?

    PILIH SARJANA ATAU DIPLOMAT? PILIH VOKASI ATAU AKADEMIK?

    Setelah lulus dari jenjang SMA, para siswa yang memutuskan kuliah akan mengalami dilematik, di mana mereka harus memilih dua pilihan yaitu mau lanjut ke sekolah vokasi dengan gelar diploma atau ke sekolah akademik dengan gelar sarjana. Pada dasarnya, kedua jenis sekoah tersebut sama saja, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam kelebihan dan kekurangan inilah yang menjadi perbedaan antara sekolah vokasi dengan sekolah akademik. 

    Pengertian Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Akademik

    Pendidikan vokasi adalah Pendidikan yang memberi gelar pada mahasiswanya dengan gelar Diplomat, di mana Pendidikan ini lebih cenderung pada praktiknya dibandingkan teorinya. Untuk kamu yang lebih suka dengan praktik di lapangan langsung, kamu bisa ambil Pendidikan vokasi untuk mengasah keahlianmu.

    Sedangkan untuk Pendidikan akademik seperti Pendidikan sekolah pada umumnya, di mana pelajar akan diberikan berbagai teori dari suatu ilmu pengetahuan, yang nantinya dapat berkembang searah mengikuti perkembangan zaman. Dengan mengikuti sekolah Pendidikan akademik, maka mahasiswa pun akan mendapatkan gelar sarjana atau strata.

    Penerapan Kurikulum

    Dalam perbedaan antara program vokasi dengan program yang paling menonjol adalah penerapan kurikulum yang digunakan. Di dalam program akademik, mahasiswa lebih lebih difokuskan pada teori dibandingkan dengan praktik. Karena di sini, mahasiswa dalam program akademik dituntut untuk memahami dasar-dasar dari ilmu tersebut, sehingga mampu memahami ilmu yang mereka pelajar.

    Berbeda halnya dengan program vokasi, yang mana lebih menerapkan ke praktik. Sehingga para mahasiswa program Pendidikan vokasi biasanya akan memiliki keahlian dalam bidangnya, karena sudah pernah praktik secara langsung. Tak heran kalau para lulusan diplomat lebih banyak dan cepat mendapatkan pekerjaan, karena dalam proses belajarnya mereka sudah memegang keahliannya, dan praktik di lapangan langsung. Dengan begitu pengalaman di lapangan pun sudah pernah mereka lakukan.

    Kelebihan Dari Vokasi dan Akademik

    Dalam program akademik, memiliki keunggulan, di mana mahasiswa atau pelajar bisa lebih memperdalam suatu ilmu pada suatu bidang yang dipilih oleh mereka. Dengan adanya penerapan teori pada program akademik, maka mahasiswa tersebut mampu mengembangkan ilmu tersebut mengikuti jamannya. 

    Tak hanya itu, program akademik biasanya akan lebih mudah mendapatkan beasiswa sebagai prestasi para mahasiswa. 

    Mengingat bahwa program akademik mampu membuat para mahasiswa mengembangkan ilmunya, maka mereka pun bisa melanjutkan tingkat Pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan bidang yang mereka pelajari.

    Di setiap masing-masing program memiliki keunggulannya masing-masing. Begitu juga dengan program vokasi, di mana program ini membuat mahasiswa cepat mendapatkan pekerjaan. Sehingga tak heran, kebanyakan program vokasi memiliki masa kuliah yang lebih cepat dibandingkan dengan program akademik. Tentunya periode yang dipilih berbeda-beda, mulai dari Diploma Satu, Diploma Dua, Diploma Tiga, hingga Diploma Empat. 

    Jangan heran kalau kebanyakan perusahaan lebih melirik para lulusan diplomat dibandingkan Sarjana. Karena mereka sudah diakui memiliki pengalaman kerja atau pengalaman lapangan yang lebih meyakinkan.

    Faktanya

    Berdasarkan fenomena kehidupan Pendidikan, kebanyakan orang lebih memilih gelar sarjana alias melanjutkan sekolah dengan program akademik. Di mana kebanyakan paradigmanya, sekolah dulu baru kerja. Selain itu, sudah banyak sekali gelar sarjana lebih diutamakan dibandingkan diplomat, padahal, gelar diplomat jika ditinjau lebih dalam lagi, bahwa mahasiswa gelar tersebut merupakan mahasiswa yang benar-benar sudah siap kerja dengan bekal praktik yang mereka miliki. Jadi, tak heran kalau gelar diploma menjadi gelar pilihan kedua. Inilah paradigma Pendidikan yang terjadi.

    Related Posts
    Rifqi Fauzan Sholeh
    Hanya Menulis

    Related Posts

    Posting Komentar