fgVbA8pS2mAvH6shJUAkVSH4ZBAYg0maapkaFIUm

HAL YANG BISA DIAJARKAN PADA ANAK LAKI-LAKI TENTANG PENDIDIKAN SEKS

    pendidikan seksual

    Pendidikan Seks - Banyak yang mengatakan bahwa menjadi seorang perempuan itu jauh lebih sulit ketimbang menjadi laki-laki. Apalagi hidup di lingkungan yang masih patriakal dan penuh dengan rentetan pelecehan seksual yang masih minim akses hukum dengan perlindungan yang memadai. Perempuan tidak boleh ini dan itu, harus begini dan begitu dan seringkali setiap keputusan atau apa yang ia lakukan dihakimi oleh orang lain tanpa mengetahui alasan mendasarnya.

    Perempuan sengaja dijadikan objek untuk menyalahkan apa yang ia lakukan yang sebenarnya itu bukan salahnya. Lantas bagaimana dengan menjadi seorang laki-laki? Sama juga, namun terdapat perbedaan yang bisa diajarkan pada mengajarkan anak laki-laki untuk tidak melecehkan. Hal ini penting untuk ditanamkan sejak kecil. Pesan ini bisa memulai kepada generasi anak-anak laki-laki selanjutnya untuk jauh lebih bisa menghargai dan memahami orang lain. Berikut adalah ulasan yang bisa kamu perhatikan.

    HAL YANG BISA DIAJARKAN PADA ANAK LAKI-LAKI TENTANG PELECEHAN SEKSUAL

    1. Tidak bercanda seksis atau catcalling kepada perempuan yang kamu temui di jalan atau di manapun. Ketika besar nanti mungkin kamu akan nongkrong dengan berbagai macam karakter laki-laki yang dengan berbagai karakter. Dan biasanya mereka kerap melontarkan lelucon tidak senonoh untuk merendahkan seorang perempuan. Atau yang sering terjadi adalah pelecehan seksual berupa catcalling. Perilaku seperti ini ini seringkali dianggap sebagai bentuk kemachoan seorang laki-laki. Namun, hal itu salah. Kamu tidak perlu mengikuti sikap seperti itu. Selain tidak lucu sama sekali. Hal itu bisa menormalisasi pelecehan seksual dan menyebarkan budaya pemerkosaan, Justru akan jauh lebih terhormat dan dihargai ketika kamu sebagai laki-laki bisa memperlakukan perempuan layaknya sesama manusia yang memiliki akal pikiran serta hati nurani.
    2. Apapun alasannya kita tidak berhak menyentuh tubuh orang lain tanpa persetujuan. Ketika kamu dewasa nanti, kamu akan menemukan circle pertemanan di mana temanmu memiliki gaya bercanda yang kurang menyenangkan. Seperti menarik rok atau tali BH perempuan atau yang jauh lebih parah mereka bisa menyentuh bagian tubuh lainnya dengan alasan bercanda. Perlu kamu pahami sejak dini bahwa kamu tidak berhak untuk menyentuh tubuh orang lain tanpa persetujuan. Tidak hanya tubuh perempuan namun juga tubuh laki-laki lainnya. Apalagi sampai membuat orang itu merasa tidak nyaman. Itu adalah bentuk pelecehan dan seringkali masih dianggap sebagai hal yang biasa. Miris sekali ya, bentuk pelecehan seksual bisa dianggap sebagai suatu hal yang lumrah di masyarakat kita.
    3. Jangan salahkan perempuan karena pakaiannya namun, coba kendalikan dirimu sendiri. Kamu bisa saja menemukan orang-orang yang percaya bahwa pelecehan seksual itu adalah salah satu perempuan karena pakaian yang terlalu terbuka. Padahal banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa suatu bentuk pelecehan atau pemerkosaan dapat terjadi bukan karena pakaian korban. Ada banyak perempuan yang memakai baju secara tertutup namun tetap dilecehkan.
    4. Perempuan bukan hanya objek seksual mereka bernilai lebih dari itu. Biasanya di circle pertemanan laki-laki mereka kerap membicarakan perempuan dan itu mengarah kepada hal yang berbau seksual. Perempuan hanya dipandang sebagai objek seksual saja untuk menyenangkan atau melayani laki-laki. Perlu kamu ketahui bahwa kamu tidak harus menjadi jika laki-laki yang seperti itu. Ketahuilah bahwa perempuan itu lebih dari sekadar objek seksual perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki mereka bisa berjuang untuk hidupnya sendiri dan mereka berhak untuk dihargai sebagai manusia yang setara dengan laki-laki.
    5. Sadari laki-laki punya privilege yang lebih ketimbang perempuan. Sebagai laki-laki kamu tidak sadar kalau kamu mempunyai hak istimewa lebih di mata masyarakat. Belajarlah untuk melihat kondisi berbagai perempuan yang seringkali dirugikan karena gendernya. Mereka kerap terpinggirkan dan dianggap sebelah mata, dipandang remeh dengan kemampuannya hanya karena mereka seorang perempuan.

    Pendidikan Seks: Kedua Orang Tua Juga Harus Memberikan Peran

    Kita harus melihat peranan konseler di sekolah, karena mungkin masih ada anak-anak yang kurang berani bertanya kepada guru yang memberikan pengajaran, tetapi mereka lebih menyukai kepercayaan diri. Namun pendidikan seks ini bukan hanya dari peranan guru dan konselor saja, tapi harus ada peranan kedua orang tua yang memberikan pengajaran pendidikan seks dilingkungan rumah, karena di rumah itu merupakan ranahnya kedua orang tua. Karena hal inilah kedua orang tua diharuskan memiliki kemampuan cara mengajar pendidikan seks itu di rumah. 
    Related Posts
    Rifqi Fauzan Sholeh
    Hanya Menulis

    Related Posts

    Posting Komentar